7.893 Anak di Kota Bandung Putus Sekolah

User avatar placeholder
Written by admin

November 2, 2026

Lansekap – Dinas Pendidikan Kota Bandung mengungkapkan bahwa masih ada ribuan anak tidak sekolah (ATS) di Kota Bandung. Tak pelak, fakta ini mendapat perhatian serius dari pihak pemerintah kota Bandung.

“Setelah kami data, totalnya (ATS di kota Bandung) sekarang adalah 7.893 orang,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron kepada Tribun Jabar di Balai Kota Bandung, Senin (2/11/2026).

Menurutnya, penyebab ATS tersebut dipicu banyak faktor, namun penyebab paling dominan adalah faktor ekonomi dengan persentase sekitar 80 persen. Faktor penyebab lainnya, menurut Asep, adalah kurangnya dukungan dari orang tua, sehingga anak terpaksa bekerja serabutan.

“Ada orang tua yang merasa anaknya sudah memiliki pekerjaan, meskipun pekerjaannya masih serabutan,” ujar Asep. Ia menjelaskan, ATS tersebut terbagi pada usia tingkat SD dan juga usia SMP. Untuk mengatasi persoalan ini pihaknya menyiapkan pendidikan kesetaraan agar nantinya sebagian anak bisa masuk sekolah kembali.

“Alhamdulillah, pada tahun lalu kita berhasil meluluskan sekitar 1.200 orang melalui jalur pendidikan kesetaraan, baik Paket A, Paket B, maupun Paket C. Kita menargetkan pada tahun 2028 semua sudah bisa terakomodir,” ujar Asep.

Menurut Asep, pendidikan kesetaraan tersebut sangat mendukung dan penting karena mereka bisa tetap mengikuti pendidikan meskipun sistemnya berbeda dengan sekolah konvensional.

Hanya saja, kata dia, dalam penanganan ATS ini Dinas Pendidikan Kota Bandung menghadapi kendala yakni orang tua kurang mendukung anaknya bersekolah demi membantu mencari nafkah dengan bekerja serabutan.

Atas hal tersebut, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak kewilayahan mulai dari tingkat Kecamatan, Kelurahan, hingga RT dan RW untuk meyakinkan para orang tua agar anak-anak mereka tetap bersekolah, terutama melalui jalur pendidikan kesetaraan.

“Yang penting anak tetap bisa bersekolah sampai Paket C. Nanti kalau suatu saat ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, ia sudah memiliki sertifikat yang sah,” katanya.

Asep mengatakan, dalam rapat bersama Sekda Jabar sudah ditegaskan wilayah Jawa Barat harus sudah bersih dari masalah anak tidak sekolah. Sehingga, Dinas Pendidikan Kota Bandung, sudah menyusun rencana aksi dan pemetaan lebih lanjut.

“Karena itu, kami sudah memetakan kecamatan mana yang jumlah ATS-nya paling banyak. Penanganannya nanti akan dilakukan melalui SKB dan PKBM, karena kedua lembaga ini yang sudah menjalankan tugas tersebut,” ucap Asep.

Image placeholder

Lorem ipsum amet elit morbi dolor tortor. Vivamus eget mollis nostra ullam corper. Pharetra torquent auctor metus felis nibh velit. Natoque tellus semper taciti nostra. Semper pharetra montes habitant congue integer magnis.