Lansekap – Pemerintah Kabupaten Bandung mengajak sejumlah daerah di kawasan Bandung Raya untuk bersama-sama menganggarkan program penanganan banjir.
Pasalnya, penanganan banjir di Bandung Raya khususnya di Kabupaten Bandung tidak bisa hanya ditangani saja oleh pemerintah kabupaten. Sebab aliran air yang masuk ke wilayah Kabupaten Bandung juga berasal dari daerah lain.
“Ini (persoalan banjir) enggak bisa dipikul beban sendiri-sendiri, enggak bisa juga oleh provinsi sendiri. Ini semua harus bersama- sama, semua di Bandung Raya bekerja sama, dan sama-sama menganggarkan,” ujarnya kepada awak media.
Meskipun begitu, Dadang mengatakan, dirinya akan meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung berkoordinasi terlebih dahulu dengan seluruh pihak untuk menyusun rencana aksi.
Di mana, rencana aksi tersebut nantinya memuat kesepakatan program, pembagian penanganan, hingga lini masa pelaksanaan dan penganggaran.
Setelah itu pihaknya, kata Dadang, berencana mengundang Pemerintah Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat hingga Kabupaten Sumedang untuk membahas persoalan penanganan banjir tersebut.
“Mungkin ini adalah proses pembahasan, kalau bisa bulan depan. Karena pas evaluasi nanti dengan Pak Gubernur langsung menginstruksikan ini harus menganggarkan sekian. Ini salah satu kekuatan kita di Bandung Raya,” katanya.
Lebih lanjut, Dadang menjelaskan, ada keterkaitan aliran air dari sejumlah daerah yang bermuara ke wilayah Kabupaten Bandung. Setidaknya, aliran air tersebut berasal dari Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang.
Oleh karena itu, menurutnya, penanganan banjir harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pemerintah daerah yang saling berkaitan dalam sistem aliran sungai.
“Nah, ini kan harus duduk bersama dan tentunya saya berharap dengan kerja sama atau komitmen yang kita sepakati, otomatis daerah harus menganggarkan,” ucapnya.